Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) mengeluarkan daftar mobil dengan konsumsi bahan bakar paling irit untuk model 2012. 10 mobil ini didominasi oleh kendaraan Jepang. Hanya dua mobil yang dari Amerika Serikat. Daftar mobil paling irit ini tidak ada satu pun yang bermesin bensin maupun diesel murni. Semuanya adalah mesin hybrid yang merupakan campuran dengan mesin listrik.

Berikut 10 daftar mobil paling irit di dunia untuk model 2012
1. Mitsubishi i
mitsubishi-i- termasuk 10 Mobil Teririt di Dunia Tahun 2012
2. Nissan Leaf 2012
Nissan Leaf 2012 termasuk 10 Mobil Teririt di Dunia Tahun 2012
3. Ford Transit Connect Electric
ford transit connect electric termasuk 10 Mobil Teririt di Dunia Tahun 2012
4. Chevrolet Volt 2012
Chevrolet Volt 2012 termasuk10 Mobil Teririt di Dunia Tahun 2012
5. Toyota Prius 2012
toyota prius 2012 termasuk 10 Mobil Teririt di Dunia Tahun 2012
6. Honda Civic Hybrid 2012
Honda Civic Hybrid 2012 termasuk 10 Mobil Teririt di Dunia Tahun 2012
7. Toyota Prius v 2012
Toyota Prius V 2012 termasuk 10 Mobil Teririt di Dunia Tahun 2012
8. Lexus CT200h
Lexus CT 200h termasuk 10 Mobil Teririt di Dunia Tahun 2012
9. Honda Insight 2012
Honda Insight 2012 termasuk 10 Mobil Teririt di Dunia Tahun 2012
10. Toyota Camry Hybrid LE 2012
Toyota Camry Hybrid LE 2012 termasuk 10 Mobil Teririt di Dunia Tahun 2012
READ MORE - 10 mobil paling irit tahun 2012
Kriteria yang masuk dalam daftar ini meliputi harga yang tinggi, fitur mewah, dan punya kecepatan tinggi. Berikut urutannya
1. Posisi pertama ditempati oleh Bugatti Veyron Super Sport. Mobil seharga US$ 2,6 juta atau Rp23,4 miliar ini memiliki mesin 16 silinder dan dapat menghasilkan tenaga 1.200 hp. Bugatti Veyron Super Sport dapat melaju dari kecepatan 0-100km/jam dalam waktu 2,4 detik.
Bugatti Veyron Super Sport. Mobil seharga US$ 2,6 juta atau Rp23,4 miliar
2. Posisi kedua ditempati oleh supercar asal Italia Ferrari 599XX. Mobil ini dapat melesat dari kecepatan 0-100 km/jam dalam waktu 2.9 detik. Tenaganya berasal mesin V12 yang dapat melontarkan tenaga 700 hp. Ferrari 599XX dibanderol dengan harga US$ 2 juta atau sekitar Rp18 miliar.
Ferrari 599XX dibanderol dengan harga US$ 2 juta atau sekitar Rp18 miliar.
3. Di tempat ketiga dihuni Zenvo ST1. Supercar buatan Denmark ini dihargai US$ 1,8 juta atau sekitar Rp16 miliar.
Zenvo ST1 seharga US$ 1,8 juta atau sekitar Rp16 miliar
4. Kemudian di posisi empat, didapat oleh Koenigsegg Agera R, dengan kisaran harga US$ 1,7 juta atau sekitar Rp15,3 miliar.
Koenigsegg Agera R, dengan kisaran harga US$ 1,7 juta atau sekitar Rp15,3 miliar
5. Untuk posisi kelima adalah Aston Martin One-77 dan mempunyai harga US$ 1,4 juta atau sekitar Rp12,6 miliar.
Aston Martin One-77 dan mempunyai harga US$ 1,4 juta atau sekitar Rp12,6 miliar
6. Posisi keenam diisi oleh Maybach Landaulet yang memiliki harga US$ 1,4 juta atau sekitar Rp12,6 miliar.
Maybach Landaulet yang memiliki harga US$ 1,4 juta atau sekitar Rp12,6 miliar
7. Adapun posisi ketujuh berhasil diduduki oleh Pagani Huayra, yang dilepas ke pasar dengan harga US$ 1,3 juta atau sekitar Rp11,7 miliar.
Pagani Huayra dilepas ke pasar dengan harga US$ 1,3 juta atau sekitar Rp11,7 miliar.
8. Mobil buatan amerika, Hennessey Venom GT harus puas di posisi kedelapan dengan harga banderol US$ 1 juta atau sekitar Rp9 miliar.
Hennessey Venom GT dengan harga banderol US$ 1 juta atau sekitar Rp9 miliar.
9. Di posisi sembilan ada SSC Tuatara (US$ 970.000 atau sekitar Rp8,7 miliar).
SSC Tuatara (US$ 970.000 atau sekitar Rp8,7 miliar)
10. Urutan sepuluh ditempati oleh Porsche 918 Spyder (US$ 845.000 atau sekitar Rp7,6 miliar).
Porsche 918 Spyder (US$ 845.000 atau sekitar Rp7,6 miliar).
READ MORE - 10 mobil paling mahal di dunia
Peranan Oli sangat penting bagi mesin, khususnya untuk mesin motor maupun mobil. Namun apabila tidak sesuai dengan anjuran produsen mesin tersebut, tentunya akan mendatangkan masalah bagi mesin itu sendiri. Banyak kasus teman-teman yang mengisi oli melebihi batas maksimal dari yang dianjurkan, juga banyak teman-teman motoris yang mengisi oli mesin mobil ke dalam mesin motornya. Wah, wah.. semoga tidak terjadi pada mesin motor maupun mobil kita ya.

Pada mesin mobil dan motor disediakan alat untuk mengukur kapasitas oli yang ada di mesin, sering disebut dengan Dipstick Oil. Pada Dipstick Oil tersebut ada petunjuk High/Full dan Low/Add.

Pada gambar di atas dijelaskan bahwa apabila ketinggian oli berada diantara batas Maksimal dan Minimal, maka kapasitas oli dalam mesin dapat dikatakan berada dalam kondisi NORMAL. Jika berlebihan, segera dikurangi (dibuang melalui Oil Drain). Jika kurang, segera ditambahkan dengan oli yang sama jenisnya dengan oli yang ada di dalam mesin.

Mengapa tidak dibenarkan mengisi oli melebihi batas Maksimal?
Seluruh produsen mesin motor maupun mobil melarang kita untuk mengisi oli melebihi batas maksimal, karena akan berdampak buruk pada mesin. Seperti apakah kira-kira dampak buruknya?

  • Apabila kapasitas oli berlebihan, maka putaran poros engkol / crankshaft akan menyentuh genangan oli yang ada di bak karter, sehingga membuat oli menjadi berbusa yang berisi udara/gas. Hal ini dapat menimbulkan oli menjadi lebih cepat panas / overheat, beroksidasi dan kehilangan tekanan oli (loss of oil pressure).
    Oli yang berbusa sukar untuk dipompa oleh pompa oli sehingga komponen mesin yang seharusnya mendapatkan pelumasan menjadi kering, dan akan rusak / macet.
  • Selain itu, oli yang berbusa akan membuat tekanan gas yang berlebihan di dalam ruang mesin, sehingga melalui jalur sirkulasi (PCV) akan terdorong (blow by gas) ke filter udara. Biasanya filter udara menjadi basah oli.
  • Motor dengan karburator, akan banyak ditemukan lapisan tipis oli, lebih parah akan menyumbat jalur-jalur dan needle valve (float valve) yang ada di karburator tersebut.
  • Tekanan udara dari oli yang berbusa tersebut, juga merembes keluar melalui seal-seal yang ada di mesin.

  • Pada mesin motor, pengisian oli yang berlebihan juga mengganggu plat kopling (clutch). Karena plat kopling menjadi terendam oli, sehingga terlalu banyak oli yang membasahi plat kopling tersebut dan menjadi Slip. Normalnya, oli akan terlempar dengan sendirinya oleh putaran plat kopling (clutch) tersebut. Jika plat kopling slip, maka akan mengurangi umur pakainya, kehilangan tenaga dan pemborosan bensin.
Nah, jadi jelas sekarang, mengapa produsen mesin motor maupun mobil membatasi jumlah oli yang boleh dimasukkan ke dalam mesin. Kelebihan dan kekurangan adalah tidak baik buat mesin.
Jangan kelebihan isi oli dong ya…
Bisakah oli mesin mobil dipakai di mesin motor?
Bisa dibilang seluruh pabrik oli akan berkata TIDAK DIANJURKAN. Mengapa demikian?
Oli mesin motor bisa dibilang lebih rumit spesifikasi dan karakteristiknya ketimbang oli mesin mobil.

Oli pada mesin mobil dirancang untuk melumasi Bushing dan Bearing maupun pergerakan piston saja. Jadi pada mesin mobil, dibutuhkan oli yang licin dan mampu membuat lapisan tipis untuk melumasi komponen-komponen yang bergesekan tadi. Umumnya oli mesin mobil ditambahkan aditif Friction-Modifiers untuk memperkecil gesekan.
Apa akibatnya jika oli licin tadi dipakai di mesin motor? Tentunya untuk mesin motor yang menggunakan kopling basah (wet clutch), akan membuat kopling menjadi slip karena licin.
Jadi, kopling basah mesin motor memerlukan oli yang tidak licin sehingga kopling bisa tetap ‘gigit’, tidak kehilangan tenaga. Dengan kata lain, pada oli mesin motor, tidak boleh ada Friction Modifiers (Menurut standard JASO MA), atau ada sedikit Friction Modifiers (Menurut standard JASO MB).
Viskositas (keenceran) Oli akan rusak oleh roda gigi. Umumnya roda gigi transmisi mesin motor menyatu dengan mesin motor itu sendiri, sehingga oli akan membasahi roda-roda gigi tadi. Untuk itu oli motor dirancang untuk tahan terhadap ‘perasan’ roda-roda gigi transmisi agar viskositasnya tidak rusak.

Sementara untuk mesin mobil, roda-roda gigi transmisi berada pada bagian terpisah, dan dilumasi khusus oleh oli transmisi.
Banyak ditemukan di toko perlengkapan motor menjual oli yang sebenarnya untuk mesin mobil. Wah wah.. buat konsumen tentunya bikin bingung…
Biar mudahnya… oli untuk mesin motor, pastikan ada tertulis 4T yang digunakan untuk mesin motor jenis 4 tak maupun mesin motor 2 tak.
(Oli samping motor 2 tak bertuliskan kode 2T, bukan untuk dimasukkan ke ruang mesin).
Sementara, kalau oli mesin mobil, biasanya langsung tertulis angka viskositasnya secara jelas, misalnya 10W40, 5W30, 20W50, dst..
Selain itu, pastikan untuk motor dengan sistem Kopling Basah (Wet Clutch System) menggunakan oli mesin motor yang mencantumkan standard JASO MA (untuk kebanyakan motor di Indonesia memerlukan standard JASO MA, umumnya motor Jepang atau Asia).
Jangan salah isi oli dong ya…
RINGKASAN:
Biar lebih jelas lagi..
1. Oli Mesin mobil, ada kandungan Friction-Modifiers yang membuat oli sangat licin, dan membuat lapisan film pada metal yang bergesekan, agar licin / sedikit gesekan.
2. Oli Mesin Motor dengan Standard JASO MA, TIDAK ADA kandungan Friction-Modifiers, sehingga kopling basah tidak slip.
3. Oli Mesin Motor dengan Standard JASO MB, ADA ditambahkan sedikit kandungan Friction-Modifiers, namun ditujukan untuk mesin2 motor yang Advance Wet Clutch (kopling basah yang khusus). Masih sedikit sekali motor yang menggunakan oli dengan standard JASO MB.
Semoga bermanfaat Bro!
Sumber referensi:
http://www.aa1car.com/library/api_motor_oil_classifications.htm
http://www.aa1car.com/library/motor_oil_605.htm
http://www.aa1car.com/library/oil_viscosity.htm
http://www.carbibles.com/engineoil_bible.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Motor_oil
http://forums.noria.com/eve/forums/a/tpc/f/616604995/m/1491044311
http://www.innerauto.com/Automotive_Animations/Engine_Lubrication
http://w6rec.com/duane/bmw/trans/tran_parts.htm
http://www.mobiloil.com
READ MORE - isi oli sesuai anjuran pabrik
Komponen Mesin merupakan bagian-bagian utama dari mesin khususnya yang dibahas disini adalah mesin bensin/premium. Dimana komponen utama ini merupakan suatu bentuk rangkaian mesin yang difungsikan sebagai pembuat tenaga.

Adapun yang utama dengan berurutan adalah sebagai berikut :
1. Blok Silinder, merupakan bentuk dasar dari mesin dan pada blok silinder ini  terdapat beberapa buah silinder mesin, pada tiap silinder terdapat sebuah torak/piston yang dipasangkan pada salah satu ujung batang piston, sedangkan ujung piston yang lain berhubungan langsung dengan poros engkol/crank shaft, maka dengan demikian gerak naik turunnya piston dapat menggerakan poros engkol. Sedangkan dibagian atas kepala silinder pada bagian dalamnya berbentuk sebuah ruang bakar dan dilengkapi dengan katup-katup hisap dan buang.

Blok silinder biasanya terbuat dari besi tuang/cor tetapi ada pula yang terbuat dari paduan almunium dengan tujuan untuk mengurangi berat serta menambah panas radiasi. Beberapa silinder disusun pada blok silinder, bagian atasnya ditutup dengan kepala silinder sedangkan bagian bawah blok silinder membentuk ruang engkol untuk penempatan dan pemasangan kelengkapan, seperti dinamo starter (untuk start awal gerak poros engkol, alternator, pompa bensin serta distributor.

2. Silinder, merupakan bagian yang memindahkan tenaga panas ke tenaga mekanik dan untuk tujuan ini piston bergerak naik memadatkan gas. Untuk memperoleh tenaga maksimum ataupun optimum diusahakan tidak terdapat kebocoran-kebocoran pada gas-gas yang dibakar diantara piston dan silinder. Gesekan dan keausan diusahakan seminim mungkin yang diakibatkan oleh gerakan-gerakan meluncur dari piston. Untuk memperkecil hal ini, dinding silinder diperkeras dengan besi tuang/cor, atau dengan diberikan khrom pada dinding-dinding silinder untuk membatasi keausan tadi. Jika dinding silinder telah aus .. maka perbaikan yang dilakukan adalah dengan mengebor kembali dinding silinder dengan bore tune, sehingga silinder ruang menjadi lebih besar maka membutuhkan piston/torak juga lebih besar karena bertambahnya diameter ukuran silinder (berhubungan dengan kecepatan pada saat dragrace, dimana ruang silinder dan piston semakin besar dibutuhkan suplay bahan bakar lebih besar sehingga digunakan karburator minimal 2 barrel atau 4 barrel) Untuk menghindari semakin tipisnya dinding dalam dan dinding luar silinder (ketebalan silinder) maka sebaiknya dinding dalam diberikan pelapis khrom sehingga permanen karena meminimalisasi keausan .. dan piston bisa dipertahankan tidak memerlukan penggantian piston yang lebih besar.

3. Bak engkol (karter), terletak dibawah blok silinder digunakan sebagai penampung oli mesin yang terbuat dari baja press. Pada karter ini juga dilengkapi ventilasi untuk menghubungkan ruang dalam dengan udara luar. Karter dibaut dibawah bak engkol dan diantaranya diberikan gasket (pelapis karet) untuk menghindari kebocoran pada sambungan tersebut sehingga oli mesin tidak bocor merembes keluar.






4. Kepala Silinder, dibaut dengan blok silinder dibagian atas dan diantaranya juga diberikan gasket, terdapat lubang-lubang untuk pemasangan busi dan mekanik katup yang dilengkapi pada mesin. Kepala silinder pada umunya dibuat dari besi tuang campuran almunium untuk membatasi pemuaian. Juga dilengkapi mantel pendingin yang berhubungan denga blok silinder untuk memberikan pendinginan pada katup-katup dan busi-busi.
5. Torak/piston, komponen ini wajib mempunyai sifat tahan terhadap tekanan dan suhu tinggi dan dapat bekerja dengan kecepatan tinggi. Kepala piston umumnya mempunyai permukaan yang datar tetapi ada pula yang cembung atau cekung. Pada bagian atas torak terdapat 2-3 celah untuk pemasangan pegas-pegas piston. Bahan dasar piston adalah campuran besi tuang dan aluminium karena ringan dan mempunyai penghantar panas yang baik. Paduan yang tidak seimbang akan berakibat buruk dimana pada suhu yang sangat tinggi akan membuat piston memuai dan berubah bentuk. 
Oleh sebab itu dijumpai diameter bagian atas torak agak lebih kecil dari bagian bawahnya, dimanadalam keadaan suhu tinggi maka bagian atas dan bawah akan menjadi sama besar.
- Antara piston dan dinding harus diberikan kerenggangan tertentu karena adanya pemuaian pada waktu mesin bekerja yang mana disebut renggang piston/torak. Bila terlalu besar maka akan terjadi kebocoran gas yang keluar dan minyak oli mesin akan masuk ke ruang piston dan silinder, sehingga suara piston berisik. Bisa dilihat/dibuktikan jika asap kenalpot (gas buang) terdapat asap putih ... berarti kemungkinan oli mesin ikut terbakar karena terlalu besar keranggangan ini. Bila terlalu kecil akan menimbulkan gesekan yang akan lebih besar sehingga pelumasan tidak sempurna.
- Pena piston, berguna untuk menghubungkan piston dengan ujung batang piston, berbentuk pipa untuk mengurangi berat dan pada kedua sisinya disangga oleh bos-bos yang terdapat pada piston.
- Pegas piston, berguna untuk perapat dan menjaga agar gas-gas tidak keluar selama langkah kompresi dan langkah kerja dalam ruang bakar. Dan juga untuk mengikis oli pelumas dari dinding silinder, mencegah oli masuk ke ruang bakar. Umumnya terbuat dari besi cor khusus dan diberi potongan untuk memudahkan pemasangan ke dalam alur pegas yang terdapat pada piston. Diameternya sedikit lebih besar dari diameter piston, dan setelah terpasang maka kekenyalan pegas piston ini menekan dinding silinder.

6. Batang piston, adalah komponen/part yang menghubungkan piston dengan poros engkol/crankshaft dibuat dengan bentuk "I" , terbuat dari baja spesial.


7. Poros engkol/crankshaft, mempunyai tugas penting yaitu mengubah gerakan lurus piston yang berada dalam silinder pada gerak kerja menjadi gerak putar dengan melalui batang-batang piston serta menjaga pergerakan piston dalam lengkah-langkah selanjutnya. Poros engkol terdiri dari pusat putaran dimana pada pena engkol dipasangkan batang piston. Bagian ujung depan poros engkol dibuat sedemikian rupa sehingga memungkinkan pemasangan gigi pengatur (timing gear) yang berfungsi untuk menggerakan sumbu nok dan puli untuk menggerakan pompa air/alternator (waterpump). Sedangkan bagian ujung belakang dipasangkan dengan flens untuk pemasangan roda penerus (roda gila).

8. Roda penerus/flywheel, merupakan piringan yang terbuat dari besi tuang dan dibaut pada ujung belakang poros engkol. Dimana poros engkol hanya mendapatkan tenaga putaran dari langkah kerja saja, agar supaya dapat bekerja pada langkah yang lainnya maka poros engkol harus dapat menyimpan day putaran yang diperolehnya. Bagian yang menyimpan tenaga putaran ini adalah roda penerus yang juga dilengkapi dengan gigi ring yang dipasangkan di bagian luar untuk perkatian dengan starter pinion.
 
 
sumber : http://d-ekatnadi.blogspot.com/2010/09/mesin-mobil-komponen-mesin.html
READ MORE - komponen mesin mobil
Pegas berfungsi untuk menghilangkan getaran karoseri yang ditimbulkan oleh pukulan jalan pada roda. Selain itu juga menjamin roda tetap menapak pada jalan.

Pemegasan pada kendaraan dihasilkan oleh: ban pegas suspensi dan pegas tempat duduk.

Massa tak terpegas (A), meliputi:
Roda, rem, aksel dan  pegas bagian bawah.
Massa terpegas (B), meliputi:
Bodi dan semua komponen yang melekat pada bodi, penumpang barang dan  pegas bagian atas.


Kendaraan semakin nyaman jika massa tak terpegas semakin ringan
1. Pegas Daun


Sifat – sifat:
  • Konstruksi sederhana
  • Dapat meredam getaran sendiri (gesekan antara daun pegas)
  • Berfugsi sebagai lengan penyangga (tidak memerlukan lengan, memanjang – melintang)
Aksel depan / belakang, tanpa / dengan penggerak roda.
Pegas Koil
Pada saat pemegasan, batang pegas koil menerima beban puntir dan lengkung


Sifat-sifat:
  • Langkah pemegasan panjang
  • Tidak dapat meredam getaran sendiri
  • Tidak dapat menerima gaya horisontal (perlu lengan-lengan)
  • Energi beban yang diabsorsi lebih besar daripada pegas daun
  • Dapat dibuat pegas lembut
Penggunaan Pada suspensi independen dan aksel rigid
Pegas Batang Torsi (Puntir)
Pada saat pemegasan, pegas menerima beban puntir  
Sifat – sifat:
  • Memerlukan sedikit tempat
  • Energi yang diabsorsi lebih besar daripada pegas lain
  • Tidak mempunyai sifat meredam getaran sendiri
  • Dapat menyetel tinggi bebas mobil
  • Langkah pemegasan panjang
  • Mahal
Penggunaan:
Suspensi Independen
Pegas Hidropnuematis

Sifat – sifat:
  • Elastisitas tinggi
  • Saat pemegasan tidak timbul gelembung udara pada oli
  • Dapat untuk mengatur tinggi bebas kendaraan
Penggunaan:
Kendaraan penumpang / sedan


sumber : http://winof.wordpress.com/2011/01/10/macam-macam-pegas/
READ MORE - macam macam pegas pada mobil
Pompa oli berfungsi untuk menghisap oli dari karter dan menyalurkan keseluruh bagian-bagian mesin, sedangkan saringan minyak oli dipasangkan pada lubang masuk pompa untuk menyaring kotoran bekas serpihan hasil gesekan dan logam kecil yang berasal karena keausan metal.

      Pompa minyak ini digerakkan oleh batang distributor / gigi sumbu nok (camshaft). Jenis pompa minyak yang sering digunakan adalah model roda gigi dan model rotor. Detail mengenai perbedaan kedua jenis pompa oli adalah sebagai berikut :
Model roda gigi
1. Pompa model roda gigi
 Jenis pompa ini terdiri dari badan dan 2 ( dua ) buah roda gigi yang saling berkaitan di dalam badan ( pump body ), bila salah satu roda gigi berputar maka roda gigi yang lain akan ikut berputar dengan sendirinya dengan berlawanan arah, sehingga minyak oli yang terdapat diantara celah-celah roda gigi dan badan didesak
keluar dari lubang masuk ke lubang keluar menuju bagian-bagian mesin. Konstruksi pipa minyak ini sangat sederhana dan dapat bekerja dengan baik.

Model rotor
2. Pompa model rotor
Jenis pompa rotor menempatkan rotor penggerak berkatian bersama dalam pompa, dan poros rotor penggerak dibuat eksentrik terhadap bodinya dengan demikian sewaktu rotor penggerak berputar, rotor lainnya juga ikut berputar dan volume ruangan diantara rotor-rotor tersebut akan berubah-ubah, minyak oli akan masuk melalui celah masuk yang berada pada ruang diantara rotor-rotor dan diteruskan ke bagian lainnya dengan jalan memperkecil ruangan rotor penggerak. Pompa oli ini mempunyai kemampuan yang sama dengan pompa model roda gigi dan mempunyai keuntungan yaitu berbentuk lebih kecil.

      Adanya sistem ventilasi pada karter adalah berfungsi untuk menjaga kekentalan dan kemurnian minyak pelumas ini. Suhu di dalam karter akan naik ketika mesin bekerja, dan pada keadaan ini bahan-bahan yang tidak terbakar beserta air akan menguap, bahan-bahan ini harus segera dibuang. Dan pembuangan dari penguapan ini melalui pipa ventilasi yang menghubungkan karter dengan udara luar.

      Dalam kurun waktu tertentu minyak pelumas mesin ini akan kotor dan pekat, hal ini dikarenakan adanya partikel-partikel logam dari sisa hasil gesekan antar logam, debu dan abu, karbon serta bahan-bahan lain yang masuk ke dalam minyak tersebut. Bagian-bagian yang berat akan mengendap disebabkan pada penutup bawah yang terdapat di karter disertai dengan baut dan mengandung magnet. Penutup bawah ini juga berfungsi untuk mengeluarkan minyak pelumas yang akan diganti jika sudah waktunya penggantian oli. Pada umumnya oli mesin diganti pada saat kendaraan/mobil telah menempuh antara 3500 km s/d 5000 km, ada baiknya dilakukan secara berkala dan rutin sehingga mesin akan awet dan tidak menimbulkan masalah baru. Dan untuk bagian-bagian yang ringan akan ikut terbawa naik kembali dan akan melumasi mesin lagi, akibatnya akan memperbesar keausan dan kemungkinan terjadinya panas yang berlebihan.

      Adakalanya oli ini harus dibersihkan melalui saringan / filter hanya sebagian atau seluruhnya. Filter oli ini umumnya terdapat dan dipasangkan di bagian luar mesin untuk memudahkan penggantian elemen filter. Filter oli ini dilewati oleh oli setelah dipompa dan dibersihkan dari kotoran.
Usia penggantian filter oli ini sebaiknya 3 kali pengisian/penggantian oli mesin bersamaan juga filter oli ikut diganti, dengan kisaran pada jarak tempuh 10.000 km s/d 12.000 km, sehingga tidak terlalu lama umur filter oli ini sebab untuk menghindari penumpukan kotoran yang berlebih yang mengakibatkan buntunya celah dan suplai pelumasan menjadi terhambat. Bahkan mungkin bagian-bagian yang sangat kecil dan ringan akan ikut kembali masuk dan melumasi bagian mesin.


sumber :http://d-ekatnadi.blogspot.com/2010/10/mesin-mobil-pompa-minyak-pelumas.html
READ MORE - pompa minyak pelumas

Sistem Bahan Bakar : Motor Diesel-2

Nosel
Adapun sistem bahan bakar pada motor diesel selanjutnya setelah pompa injeksi / injection pump dan pompa bahan bakar / fuel pump adalah komponen yang disebut dengan nosel. Dimana jenis nosel sendiri ditentukan oleh proses pembakaran dan bentuk dari ruang bakarnya, jenis berlubang banyak biasanya digunakan untuk motor diesel dengan sistem injeksi langsung / direct inject dan jenis pin digunakan untuk motor diesel yang menggunakan kamar muka dan kamar tengah. Pengabut berfungsi memberikan sejumlah bahan bakar untuk keperluan pembakaran pada motor melalui nosel, disini juga dapat diatur tekanan pembukaan katup nosel.

Jarum nosel terpasang berturut-turut dengan pena penekan dan pegas penekan, dan tegangan pegas penekan bisa diatur melalui sekerup pengatur agar dapat diperoleh tekanan pembukaan katup
tertentu. Untuk mencegah adanya kotoran yang memasuki dudukan nosel maka dipasangkan sebatang penyaring dan diletakan pada sambungan pipa, dan diharapkan kotoran yang terbawa bersama bahan bakar tidak akan ikut masuk pada nosel baik pada saat kondisi terbuka ataupun pada waktu adanya tekanan tinggi.
Governor

Selain nosel, pada sistem motor diesel ini juga terdapat komponen governor yang mana berfungsi sebagai pengontrol otomatis terhadap suplai bahan bakar dan dapat sesuai dengan beban motor. Sistem mekanisme governor dapat dibagi dalam 2 golongan yaitu secara pneumatik dan berdasar gaya sentrifugal. Governor ini juga mengatur batas kecepatan lainnya, seperti jumlah bahan bakar yang diinjeksikan diatur oleh posisi kontrol rack (batang pengontrol) yang berputar menurut kontrol governor.

Selain nosel dan governor juga terdapat timer, sesuai dengan namanya yaitu merupakan pembagi waktu dalam keteraturan suplai bahan bakar. Pada motor diesel putaran tinggi yang digunakan untuk kendaraan, tenaga motor disempurnakan dengan memajukan saat injeksi dengan penambahan kecepatan, peristiwanya hampir sama dengan pengajuan saat pengapian pada motor bensin, untuk ini digunakanlah timer. Dan timer sendiri ada 2 jenis yang biasa digunakan yaitu timer yang digerakkan dengan tangan dan secara otomatis. dan yang digunakan lebih populer adalah yang timer otomatis.

Timer
Timer otomatis ini menggunakan gaya sentrifugal dari gerak rotasinya untuk mengajukan saat pengapian sesuai dengan kecepatan motor. Timer otomatis terdiri dari dua alat sentrifugal, dua pegas, tutup, dan flens penggerak yang dihubungkan dengan pompa injeksi / injection pump dengan adanya penonjolan pada permukaannya, hub dipasangkan dengan poros nok / noken as pompa injeksi dengan direkatkan oleh pasak dan mur.

Apabila putaran bertambah, gaya sentrifugal akan bertambah dan menyebabkan timer pemberat bergerak ke arah luar, permukaan timer pemberat disesuaikan dengan sudut yang dibutuhkan dan selalu bersinggungan dengan jornal saat timer pemberat bergerak, pada saat ini jarak L antara jornal dan dowel pada timer hub akan berkurang, jadi flens penggerak dan hub timer tetap pada poros penggerak dan poros nok pompa dapat berubah relatif terhadap posisi putarannya sebesar sudut " advance angel ", dan advance angel ini bertambah dengan bertambahnya kecepatan.
READ MORE - Nozel
next page

Entri Populer

top